Calathea yang Populer di Tengah Pandemi

7:14 PM

Calathea dan tanaman lainnya
Belakangan ini, tanaman dalam rumah semakin populer di kalangan masyarakat perkotaan. Pandemi COVID19 yang telah berlangsung lebih dari 7 bulan membuat banyak orang bosan di rumah dan ingin menghibur diri dengan memperbanyak tanaman di sekitarnya. Wajar saja, tanaman memang terbukti terapeutik serta dapat mengurangi stress dan kegelisahan1,2. 

Salah satu tanaman rumah yang digemari banyak orang adalah Calathea. Calathea atau meranti-merantian, memiliki bentuk dan corak daun yang sangat indah. Tanaman ini juga mudah dirawat dan dikembang-biakkan.

Calathea adalah genus tanaman yang berasal dari Amerika Selatan. Calathea masuk ke dalam kelompok jahe-jahean (Zingiberales) karena memiliki rimpang (rizoma) atau batang yang tumbuh menjalar di bawah permukaan tanah. Di kelompok jahe-jahean, Calathea masuk ke dalam famili Maranthaceae, yang tersebar secara alami terutama di bagian barat laut Amerika Selatan. Saat ini, Calathea memiliki lebih dari 300 spesies3.

Calathea leuconeura (kiri) dan Calathea hybrid white-fusion (kanan).
Calathea (peacock plant) sangat mirip dengan kelompok Marantha (prayer plants). Keduanya memang bersaudara dalam famili Maranthaceae. Meskipun berbeda genus, mereka memiliki kesamaan yaitu daunnya akan menutup pada malam hari, sehingga sering disebut sebagai tanaman sembahyang (prayer plants).

Nama Calathea berasal dari Bahasa Yunani “calathos” yang artinya “keranjang”. Tanaman Calathea disebut keranjang karena masyarakat lokal di Amerika Selatan menggunakan daun Calathea untuk membuat keranjang4. Calathea pertama kali dideskripsikan oleh taksonomis G.F. Meyer pada tahun 18183. 

Calathea tumbuh alami di hutan tropis yang basah dan lembab. Di habitat aslinya, Calathea beradaptasi pada kondisi minim cahaya dan di bawah tutupan rindang. Daunnya yang lebar dan pigmen merah-keunguan yang terdapat di bawah daun Calathea, membantu Calathea menangkap cahaya yang berada di permukaan hutan5. 

Calathea silver-plate
Calathea zebrina
Cara perawatan Calathea relatif mudah. Pastikan Calathea mendapat cahaya minim dan cukup air. Letakkan Calathea di tempat yang rindang dan tidak terkena cahaya matahari langsung. Kalau sudah bertunas, Calathea dapat dipecah menjadi beberapa individu. 

Saya sendiri sangat menggemari tanaman dari genus Calathea. Ada beberapa jenis Calathea yang saya miliki di kebun kecil saya. Calathea favorit saya barangkali Calathea makoyana dan Calathea fusion white. Sulit untuk memilih Calathea terfavorit, karena saya suka semuanya. 
Calathea hybrid white-fusion 
Calathea makoyana

Kalau kamu paling suka Calathea apa? 



Referensi:
1. Park, S. H. & Mattson, R. H. Therapeutic influences of plants in hospital rooms on surgical recovery. HortScience 44, 102–105 (2009).
2. Chang, C. Y. & Chen, P. K. Human response to window views and indoor plants in the workplace. HortScience 40, 1354–1359 (2005).
3. Borchsenius, F., Surez, L. S. S. & Prince, L. M. Molecular phylogeny and redefined generic limits of Calathea (Marantaceae). Syst. Bot. 37, 620–635 (2012).
4. Taylor, D. & Moore, H. C. A Note on Dominican Basketry and Its Analogues. Southwest. J. Anthropol. 4, 328–343 (1948).
5. Gonsalves, J. Economic botany and ethnobotany. (International Scientific Publishing Academy, 2010).


You Might Also Like

2 comments

  1. Gemeeees banget sama semua Calathea dindin yang tumbuh subur. Aku shock di bagian daun calathea dijadiin keranjang wkwk
    Anw, great writing din!

    ReplyDelete
    Replies
    1. Thanks Niken! Gw bayangin si keranjang calathea itu mungkin mirip sama keranjang yang terbuat dari eceng gondok. Model-model gitu kayaknya sih

      Delete

Subscribe